Alamat

Gedung Rektorat Lt 3, Jl. Raya Panglegur, Pamekasan

Telp./WA

08175052593

Email

lsp@iainmadura.ac.id

LSP UIN Madura Ikuti FGD Penyamaan Persepsi AMI 2026: Perkuat Sinergi Mutu Akademik dan Tata Kelola Perguruan Tinggi

  • Diposting Oleh Admin Web LSP
  • Rabu, 1 April 2026
  • Dilihat 4 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, 1 April 2026 — Upaya penguatan sistem penjaminan mutu terus dilakukan oleh UIN Madura sebagai bagian dari komitmennya menuju perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan akuntabel. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Penyamaan Persepsi Audit Mutu Internal (AMI) 2026 yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura. Kegiatan ini diadakan pada hari Rabu, 1 April 2026, bertempat di Hotel Berlian Pamekasan, dan berlangsung penuh khidmat selama satu hari penuh.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, meliputi Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan, Direktur Pascasarjana, para Wakil Dekan, para Ketua Program Studi (Kaprodi), para Ketua Lembaga, Kepala Unit, serta para Auditor Audit Mutu Internal (AMI). Keterlibatan unsur pimpinan secara lengkap ini menunjukkan komitmen kuat UIN Madura dalam memperkuat budaya mutu secara menyeluruh di setiap aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Salah satu peserta yang hadir adalah Layanan Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Madura, yang diwakili langsung oleh Mad Sa’i, M.Pd.I. selaku Kepala LSP, serta beberapa pengelola LSP lainnya yang juga berperan sebagai Ketua Program Studi dan Auditor dalam pelaksanaan AMI. Kehadiran perwakilan LSP ini menjadi penting mengingat lembaga tersebut memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan kompetensi lulusan melalui pelaksanaan sertifikasi profesi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maupun standar khusus lainnya.

Peran Penting FGD dalam Penyelarasan Pemahaman AMI

FGD Penyamaan Persepsi AMI 2026 ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan memperkuat pemahaman bersama mengenai pelaksanaan audit mutu internal di lingkungan UIN Madura. Audit Mutu Internal adalah instrumen strategis untuk memastikan seluruh unit di perguruan tinggi, baik akademik maupun non-akademik, berjalan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan dalam SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal).

Pada tahun 2026, mekanisme AMI mengalami sejumlah penguatan, utamanya terkait proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut hasil audit. Oleh karena itu, penyamaan persepsi melalui FGD menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh auditor, pimpinan unit, dan pelaksana kegiatan memiliki kesamaan pemahaman mengenai instrumen, standar, indikator, serta alur pelaksanaan audit.

FGD ini juga dirancang sebagai forum terbuka untuk diskusi dan berbagi pengalaman antarunit, sehingga berbagai permasalahan yang muncul pada AMI tahun sebelumnya dapat diidentifikasi dan ditemukan solusinya secara bersama. Dengan demikian, hasil audit tidak hanya dijadikan sebagai laporan administratif, melainkan menjadi rujukan strategis dalam pengambilan kebijakan peningkatan mutu di berbagai level organisasi.

Narasumber Profesional: Supriyono, M.Kom dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Dalam kegiatan FGD ini, LPM UIN Madura menghadirkan narasumber utama, yakni Bapak Supriyono, M.Kom, seorang akademisi dan praktisi penjaminan mutu dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Beliau telah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan SPMI, penyusunan instrumen mutu, hingga implementasi audit internal di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Dalam paparannya, Supriyono menyampaikan pentingnya perguruan tinggi membangun budaya mutu secara menyeluruh. Menurutnya, mutu tidak hanya dibangun melalui dokumen atau prosedur, tetapi terutama melalui komitmen semua pihak untuk menjalankan standar yang telah disepakati.

Beliau menekankan bahwa AMI merupakan alat kontrol yang harus dioptimalkan. Bukan semata untuk menemukan kekurangan, tetapi menjadi tolok ukur untuk memastikan keberlanjutan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Dalam beberapa sesi diskusi, Supriyono juga memberikan berbagai contoh praktik baik pelaksanaan AMI di UIN Malang, termasuk bagaimana kolaborasi lintas unit dapat mendorong percepatan perbaikan mutu serta mendukung akreditasi program studi dan institusi. Peserta FGD merespons positif berbagai materi yang disampaikan dengan aktif mengajukan pertanyaan, studi kasus, serta berbagi pengalaman dari unit masing-masing.

Partisipasi LSP UIN Madura: Komitmen Penguatan Mutu Sertifikasi Profesi

Keikutsertaan LSP UIN Madura dalam FGD Penyamaan Persepsi AMI 2026 memiliki makna yang signifikan. LSP merupakan lembaga yang bertanggung jawab memastikan pelaksanaan sertifikasi profesi bagi mahasiswa, alumni, dan sivitas akademika berjalan sesuai standar kompetensi yang diakui secara nasional.

Dalam konteks penjaminan mutu, LSP memiliki kewajiban untuk menerapkan standar mutu yang tinggi pada setiap proses sertifikasi, mulai dari penyusunan skema, penyusunan perangkat asesmen, pelaksanaan uji kompetensi, hingga proses penerbitan sertifikat kompetensi. Oleh karena itu, pelaksanaan AMI menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa semua prosedur tersebut berjalan sesuai pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala LSP UIN Madura, Mad Sa’i, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kehadiran mereka dalam FGD ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam penyamaan persepsi terkait instrumen audit, pembenahan dokumen mutu, serta penyelarasan program kerja LSP dengan standar mutu universitas.

“FGD ini sangat penting bagi kami di LSP, karena mutu sertifikasi profesi tidak bisa dilepaskan dari mutu tata kelola lembaga secara keseluruhan. Dengan mengikuti kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman lebih mendalam terkait penguatan instrumen audit, penyusunan dokumen pendukung, dan penyesuaian program kerja agar lebih sesuai dengan standar mutu UIN Madura,” jelasnya dalam sesi wawancara singkat.

Selain itu, beberapa pengelola LSP yang juga berperan sebagai Ketua Program Studi dan Auditor turut terlibat aktif dalam diskusi kelompok. Kolaborasi ini menjadi nilai tambah karena memperkuat hubungan antara LSP dan unit akademik, sekaligus mempercepat implementasi standar mutu yang terintegrasi.

Jalannya Kegiatan: Khidmat, Interaktif, dan Berorientasi Solusi

Kegiatan FGD berlangsung sangat khidmat sejak dibuka pada pagi hari. Setelah pembukaan resmi oleh Ketua LPM, para peserta mengikuti beberapa sesi inti, yaitu:

  1. Pemaparan Materi Utama oleh Narasumber
    Supriyono, M.Kom menyampaikan materi tentang konsep AMI terkini, standar penilaian, serta pentingnya konsistensi dalam implementasi PPEPP.

  2. Bedah Instrumen AMI 2026
    Peserta diajak mendalami setiap butir instrumen audit, mulai dari indikator kinerja, standar dokumen, hingga teknik pengumpulan bukti objektif.

  3. Simulasi Audit dan Studi Kasus
    Para auditor bersama pimpinan unit melakukan simulasi audit berdasarkan studi kasus nyata yang pernah terjadi di lingkungan perguruan tinggi.

  4. Diskusi Kelompok Terarah
    Setiap kelompok membahas isu-isu strategis seperti penyelarasan dokumen mutu, harmonisasi antara standar universitas dan fakultas, hingga metode evaluasi dan tindak lanjut.

  5. Perumusan Rekomendasi Bersama
    Pada sesi akhir, seluruh peserta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan pelaksanaan AMI 2026 agar lebih efektif dan berdampak.

Para peserta juga mengapresiasi suasana kegiatan yang kondusif, profesional, dan interaktif. Hotel Berlian Pamekasan sebagai tempat pelaksanaan memberikan kenyamanan sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik dan fokus.

Makna Strategis FGD bagi Penguatan Mutu UIN Madura

FGD Penyamaan Persepsi AMI 2026 ini memiliki arti penting bagi perjalanan pengembangan mutu UIN Madura. Beberapa nilai strategis yang dihasilkan antara lain:

  1. Penyamaan Persepsi Seluruh Unit Akademik dan Non-akademik. FGD berhasil menyatukan persepsi tentang instrumen dan alur pelaksanaan AMI sehingga meminimalkan kesalahpahaman atau perbedaan interpretasi.

  2. Penguatan Kompetensi AuditorDengan hadirnya narasumber ahli, auditor mendapatkan pengetahuan baru untuk melakukan audit secara lebih profesional, objektif, dan mendalam.

  3. Peningkatan Kualitas Dokumen dan Tata KelolaDiskusi mendalam tentang standar dan indikator menjadi acuan bagi unit untuk memperbaiki dokumen mutu serta meningkatkan konsistensi pelaksanaan PPEPP.

  4. Sinergi Lintas Unit dalam Membangun Budaya MutuKehadiran pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dan unit memastikan bahwa budaya mutu tidak hanya menjadi tugas LPM, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

  5. Penguatan Posisi LSP dalam Sistem Mutu UniversitasDengan keterlibatan aktif dalam FGD, LSP semakin selaras dengan standar mutu universitas dan memperkuat perannya dalam meningkatkan kompetensi lulusan UIN Madura.

Harapan dan Tindak Lanjut

Menutup kegiatan, Ketua LPM menyampaikan harapannya agar pelaksanaan AMI 2026 dapat berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Instrumen dan mekanisme yang telah dirumuskan diharapkan menjadi pedoman kerja bagi auditor dan unit terkait.

Pihak LSP UIN Madura juga menyatakan kesiapan untuk segera menyusun tindak lanjut internal, termasuk:

  • Pembenahan dokumen dan perangkat kerja LSP,

  • Penyelarasan SOP dengan standar mutu universitas,

  • Penguatan kolaborasi dengan Program Studi,

  • Peningkatan kompetensi pengelola dan Asesor LSP melalui pelatihan lanjutan.

Dengan komitmen bersama seluruh pihak, UIN Madura optimis dapat mengembangkan sistem penjaminan mutu yang lebih kokoh, terukur, dan berdampak luas bagi pengembangan institusi serta kualitas lulusan.

FGD Penyamaan Persepsi AMI 2026 yang dilaksanakan oleh LPM UIN Madura bukan hanya menjadi forum diskusi teknis semata, tetapi menjadi momentum strategis dalam membangun budaya mutu yang kuat dan kolaboratif. Kehadiran jajaran pimpinan universitas, auditor, serta unit-unit strategis seperti LSP UIN Madura menunjukkan bahwa penguatan mutu adalah komitmen bersama yang terus dijaga keberlanjutannya.

Dengan berlangsungnya kegiatan secara khidmat, tertib, dan penuh semangat kolaboratif selama satu hari penuh, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pondasi kokoh bagi pelaksanaan AMI 2026 yang berkualitas dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan. UIN Madura, melalui LPM dan seluruh unit kerja, siap melangkah lebih maju dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, modern, dan berdaya saing.